Rabu, 24 Juni 2020

PELABUHAN NABIRE TUTUP AIR PORT BUKA MINGGU DEPAN KEBIJAKAN MERUGIKAN RAKYAT KECIL

HASIL RAPAT BUPATI MEEPAGO PELABUHAN TUTUP AIRPORT BUKA MINGGU DEPAN.
 Tgl 24/06/20

Seluruh papua Transportasi Laut Darat dan  Udara sudah buka sesuai keputusan Rapat bersama Forkompinda bahwa, segera menerapkan Relaksasi konstektual Papua yaitu,setiap daerah memberi kelonggaran Transportasi membuka pelabuhan dan bandara dgn tetap mengikuti protokol kesehatan.
Sampai dengan Saat ini Nabire Masih tutup Pelabuhan dan Bandara yg adalah pintu keluar masuk Rakyat MeePago ,bahkan hasil rapat ke 4 Bupati hari ini Tgl 24 juni 2020 di nabire perpanjang penutupan tanpa memberi jaminan terhadap warga ke 4 wilayah dlm kelancaran aktifitas, namun mereka tdk memahami bahwa bulan juni dan juli adalah bulan istimewa buat Pelajar dan calon Mahasiswa,dimana mereka mencari Kampus unggulan dan sesuai jurusan yg diinginkan,diberbagai kota bahkan diluar papua 

Solusi yg Mestinya diambil ke 4 Bupati meepago perlu terapkan Reraksasi konstektual papua yg adalah kebijakan bersama Forkompinda jayapura diwaktu lalu,namun apa yg terjadi saat ini, keputusan lain dan tindakan lain artinya kebijakan bersama Para Bupati dan Gubernur waktu lalu adalah keputusan bersama sehingga harus menghargai keputusan bersama tersebut,sangat membingunkan keputusan itu diingkari oleh para pejabat sendiri dan tdk menyadari bhw keputusan itu adalah Keputusan hasil musyawarah,terus kalau memang seperti ini dimana Tanggung jawab ke 4 Bupati NABIRE DOGIYAI DEIYAI PANIAI dalam mengatasi problema anak anak sekolah yg sedang antrey dan mengalami kendala dalam keberangkatan ke kota2 studi mereka,

Bupati meepago perlu ketahui bhw: 

🙄Saat ini 1 Rombongan Anak2 calon Mahasiswa dan pelajar  yg sudah menyelesaikan pendidikan Menengah dan SMP di Dogiyai deiyai paniai sedan jalan kaki menuju TIMIKA dari timika ada yg tujuan lanjut ke Jayapura 
🙄 1 rombongan lagi dari nabire sedang jalan kaki menuju Wasior Teluk wondama yg sedang mau lanjut kuliah  di Manokwari 
🙄 yg mau lanjut Pendidikan ke Sorong dan Luar Papua saat ini tidak berdaya hanya mereka  mengharapkan utk Pemda segera buka Pelabuhan.

Berarti bahwa Bupati dan Tim Gugus Virus Covid 19 wilayah Meepago secara sistematik sedang Mengancam Hak Mendapatkan Pendidikan Kepada Generasi tongkat Estafet kepemimpinan Beliau2 di mesa mendatang 

Segera meninjau kembali kebijakan yg sepihak tanpa mempertimbangkan kepentingan Rakyat dan Anak Bangsa yang adalah harapan Masa depan Daerah . 

                     " Trmksh Semoga"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEPALA SEKOLAH SEBAGAI BROMETER KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH YANG DIPIMPINNYA

Pendidikan di papua dikelolah dan dioperasikan oleh dua kelompok besar yaitu NEGERI dan YAYASAN  NEGERI : Dikelolah oleh Pemerintah dan YAYA...